Risalah Buat Rasulullah

Oleh Firdaus Aulia
Share Artikel Ini :

Kepada yang Terkasih,,,
My Dear,
      Rasulullah SAW
Di singgasana permata


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,,,,

Untuk Kekasihku,,,Cahayaku…


Kusampaikan salam ucapan mesra yang berisi kabar ketulusan, keimanan, pengharapan, kerinduan untukmu Nabiku, Rasulku, Kekasihku.

Izinkanlah pertama-tama aku mengucapkan shalawat atas dirimu (Allahumma sholli ‘ala Muhammad, Ya robbiy sholly ‘alaihi wasallam), shalawat penuh salam, shalawat penuh cinta, shalawat yang penuh rasa kebanggaan atas adanya rasa cintaku padamu. Rasa cinta yang mengaliri detak jantung hatiku seperti bunga-bunga syurga yang mengaliri telaga firdaus di musin semi. Salam yang menyimpan segala
rasa, menyejukkan qalbu bagaikan bunga salju memadamkan telaga api.



Cahaya hatiku,,,,

Aku tak tahu dari mana aku harus memulai suratku ini, sebab ini merupakan surat pertamaku yang kutuliskan untukmu. Tulisan yang selama ini kusimpan berbungkus shalawat terikat tali syukur kepada Allah. Ya Rasulullah,,,Betapa malunya diriku menulisnya. Namun diriku tak bisa menahan rasa cinta dan rinduku kepadamu, ini yang mendorongku menulis surat ini, menjelaskan keadaan-keadaan yang sebenarnya dengan sejelas-jelasnya, yang selama ini kututupi, semoga tulisan suratku ini merupakan tulisan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam yang pernah aku lakukan hanya untukmu…


Kekasihku Yang mulia…

Kata orang kita hanya jatuh cinta sekali saja, tapi setiap kali aku mendengar cerita tentang dirimu, maka bertambah pula rasa cintaku padamu. Aku terasa sesuatu dihatiku, ianya seperti bara kecil setiap kali aku mendengar  tentang dirimu, bara ini menyala dan ia sungguh istimewa karena sungguh sangat mencintaimu. Betapa indahpun perkataan, tak boleh sama untuk menyatakan cintaku padamu. Tuhan memberikan rasa cinta dalam diriku, dan aku memberikannya padamu.

Cintaku bukan ibarat kertas....

Cintaku adalah bara yang senantiasa menyala dan semakin marak ditiup kerinduan kepadamu.
Biarlah aku terpenjara seumur hidupku dalam hatimu, walaupun aku tahu, aku tak seperti sahabat-sahabatmu yg engkau sayangi dan cintai, sahabat-sahabat yang tak pernah tergantikan dalam hidupmu sepanjang usiamu.
Aku adalah ummatmu yang belum pernah melihat sinar dan aura dari wajahmu, walaupun aku hanya bisa membaca, mendengar dan merasakan hal itu semua. Ya Rasulullah,,,terimalah aku sebagai ummatmu, dengan panggilan sayangmu “ Ummati...Ummati...Ummati...”.

Kekasihku yang berkasih sayang.....

Bagaimana aku dapat melimpahkan segala rasa cintaku padamu, yang hanya melalui tulisan suratku ini. Aku hanya ingin melimpahkannya dengan berjumpa dengan dirimu, mengecup tanganmu, bercengkrama denganmu, bercanda denganmu, dan mendengar  talaqqi dirimu. Andai saja kau dapat hadir  didalam bunga-bunga mimpiku, mungkin akan aku katakan ‘ jangan pergi, berlamalah bersama ummatmu ini yang sangat mencintaimu, ia yang sangat berharap bisa berjumpa dengan dirimu, didalam mimpinya. Ya Rasulullah...Temanilah rasa syukurku kepada Allah yang telah mempertemukan aku dengan dirimu serta temanilah kerinduanku kepadamu. Ya Rasulullah,,,alangkah terharunya diriku ketika aku membaca tentang dirimu. Engaku yang Mulia, engkau kekasih Allah, engkau yang penyabar, engkau yang berkasih sayang terhadap seluruh makhluk Allah, engkau yang tegar dan engakau yang penuh akan kasih sayang Allah, engakau yang tak pernah menyakiti, engkau yang selalu memaafkan walaupun banyak orang disana mencaci, memaki, meludahi serta yang ingin membunuhmu tapi engkau ya Rasulullah tetap saja mau memaafkan mereka. Ya Rasulullah, kuingin seperti dirimu yang memiliki akhlak hasana. Engkau yang sangat taat kepada Allah, sehingga karena seringnya bersujud lututmu terluka.

Dikau yang sederhana, seimbang dan bijaksana,,,,

Dikau yang sangat  zuhud, sehingga engaku rela lapar untuk berhari-hari,,,

Dikau yang rela terlelap dialas pelepah kurma, demi kecintaanmu kepada Rabbmu,,,

Kekasih dambaanku....
Engkau laksana bulan purnama yang indah menerangi malam, wajahmu yang tampan memancarkan sinar menatari diwaktu dhuha, senyumanmu yang indah bagaikan bulan sabit yang menemani bintang-bintang kecil di malam hari, dahimu yang lebar memncarkan keshalihanmu dan tanda ketaatan kepada Rabb-Mu.

Kekasihku,,,aku takut kalau aku tidak bisa memandang wajah tampanmu, tidak bisa mendengar merdu suaramu, tidak bisa berada di dekatmu kelak di taman-taman syurga, padahal aku telah lama menanti syafa’at yang akan datang dari dirimu untuk menyelamatkan aku dari kejamnya neraka, itu harapan terbesarku.

Kekasihku,,,bukankah cinta itu harus diwujudkan dengan melakukan apa yang engkau sunahkan? Engkau tak pernah mengeluh setelah apapun, semenderita apapun, setelah kutelusuri lembar-lembar sirah nabawiyah yang membuat episode-episode hidupmu, aku tau betapa penderitaan yang  aku rasakan dalam hidupku ini tidaklah seberapa dibandingkan engkau ya Rasulullah.

Kekasihku Penunntun umat,,,,,,

Biarlah aku memikirkanmu dari kejauhan, hanya allah yang Maha Esalah yang tahu betapa aku mencintaimu dan malu padamu kekasihku,,,,,

Aku yang tak seperti pecinta-pecintamu dimasa mu,,,,

Aku yang jarang mengikuti sunnahmu,,,

Tapi aku slalu ingin mencoba menjadi sesuatu yang indah buat jadi umatmu. Sifatmu, imanmu, semua tentangmu slalu memotivasiku dalam melangkah setapak  demi setapak punggung bumi ini yang penuh ketidakberdayaanku.

Kekasihku,,, Sering aku mengungkapkan segala perasaan cinta diriku terhadapmu melalui kata terrindah yang ku susun dari kumpulan butir mutiara didasar laut.
Kekasihku,,, Kadang aku berkhayal, andai saja engkau ada dihadapanku saat ku sedih, saat ku senang, saat aku memerlukan naungan seseorang ialah engkau ya Rasulullah yang akan ku ceritakan segala kejadian yang menimpa atas diriku.

Kekasihku yang penuh cinta,,,,

Aku slalu melantunkan lagu-lagu kerinduan ku kepadamu, lagu yang dapat membangkitkan rasa cinta hatiku padamu, seperti lirik yang dilantunkan raihan untuk dirimu…….

     Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karma pancaran kebenaran 
Alangkah indahnya hidup ini
Andai ku kucucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya Rasulullah ya Habibullah, tak pernah ku tatap wajahmu
Ya Rasulullah ya Habibullah, aku rindu padamu
Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi shalli ‘alaihi wasallim,,,,

Demikianlah kekasihku, inilah ungkapan cintaku kepadamu. Sekali lagi aku mohon maaf, jika cintaku padamu kurang sempurna,,,aku berharap dari lubuk hatiku yang paling dalam, Allah dapat mengumpulkan diriku dengan dirimu di syurga kelak, dan aku berharap cintaku padamu tak pernah pudar untuk dirimu, untuk selama-lamanya. Dan kuingin kau tahu betapa ku mencintaimu sepanjang hidupku,,,,,

Ya Rasulullah,,,,ya Habibullah,,,, 

Insan Yang selalu mencintaimu…


  Oscar Firdaus Wen Aulia el-Bustany
http://osfir.blogspot.com/2012/09/risalah-buat-rasulullah.html







Thank'S Was Be My Guests
Judul: Risalah Buat Rasulullah
Ditulis oleh Firdaus Aulia
Rating 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link ke http://osfir.blogspot.com/2012/09/risalah-buat-rasulullah.html. Terima kasih sudah singgah membaca di Gubuk Ane SEO Guide.

Blog Arsip

Entri Web Sponsored

Google+ Followers

Domain Reputation
My Ping in TotalPing.com

SEO Guide | Osfir Insan Bersahaja
(Firdaus Aulia) / CC BY 3.0

Recent Comments

Widget

SEO Guide - Trik Blogger SEO Internet Dan Artikel Pendidikan Bisnis Komputer Utilility Aplikasi Software Game PC Offline Osfir Corporation pUb.
Blog Directory & Search engine

Toolbar

Get our toolbar!